ASIAGOL alterbatif  resmi Blog sepak bola

SITUS alternatif BLOG resmi asiagol.com

LightBlog

10 July 2018

Wajib Baca Label, Susu Kental Manis Bukan Pengganti Susu

Polemik tentang produk susu kental manis terhubung mata publik supaya menjadi customer yang lebih cerdas. Hal ini juga membawa dampak publik sadar, pentingnya membiasakan diri untuk membaca label pangan (nutrition fact) yang ada di setiap kemasan produk yang dapat dikonsumsi.


“Penting bagi masyarakat untuk membiasakan membaca label pangan, nutrition fact juga pesan atau peringatan kesehatannya di kemasan atau kalengnya.” ujar Direktur Gizi Masyarakat Kementrian Kesehatan RI, Ir. Doddy Izwardy, MA, dikutip berasal dari rilis Kemenkes RI, Selasa 10 Juli 2018.


Manfaat membiasakan diri membaca label, Info dan peringatan kesehatan, menurut Doddy, dapat membawa dampak seseorang menjadi lebih tahu, apa saja mengisi yang terkandung di di dalam produk yang dapat dikonsumsi. Sehingga, sebagai konsumen, dapat pertimbangkan kegunaan dan risikonya bagi tubuh.



Survei Diet Total (SDT) yang dikerjakan Kemenkes terhadap tahun 2014 mendapatkan fakta bahwa secara merata hampir di semua Indonesia, konsumsi susu kental manis menjadi pilihan konsumsi tertinggi di grup produk susu dan olahannya.



Kontroversi Si Kental Manis
“Di masyarakat kami temukan bahwa terhadap praktiknya produk ini diberikan kepada anak Balita bersama langkah diseduh atau dicairkan bersama air supaya menyerupai susu (minuman tunggal),” tuturnya.


Maka tidak mengherankan gara-gara memang masyarakat tidak membaca kemasan, selain itu produk ini dipromosikan atau disebut sebagai susu, supaya tidak keliru jikalau masyarakat berasumsi bahwa itu diakui sebagai sumber protein susu bersama harga yang paling terjangkau.

“Produk kental manis ini tinggi kekuatan dan karbohidrat, namun rendah protein. Karena kandungan gulanya terlalu tinggi maka tidak dikategorikan sebagai susu (untuk pertumbuhan). Peruntukannya memang untuk bahan kue, bukan diperuntukkan untuk minuman tunggal dan diberikan kepada Balita”, ujar Doddy.

No comments:

Post a Comment